Pematangsiantar, Sinata.id – Seorang warga inisial I, korban bentrokan di Gang Pulo Kumba, Kelurahan Nagapita, menegaskan insiden yang menimpanya murni didasari dugaan adanya transaksi narkoba. Pernyataan ini sekaligus membantah klarifikasi dari warga lain yang menyebut kejadian itu akibat urusan dendam pribadi.
Pascabentrokan yang melibatkan warga dan sejumlah orang di Gang pulo Kumba. Salah seorang korban dalam insiden itu, secara tegas menyangkal narasi yang beredar melalui video klarifikasi dari warga berinisial A.
Dalam video yang dimaksud, A menyatakan keributan yang terjadi bermula dari masalah dendam pribadi. Namun, klaim tersebut dibantah olehnya.
“Ini murni karena kekesalan warga, bukan karena dendam pribadi,” ucapnya, Selasa (23/12/2025).
Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Siantar Martoba, AKP Restu Manik, menekankan pentingnya koordinasi dan penyampaian informasi yang jelas kepada pihak berwajib.
Ia memaparkan seharusnya klarifikasi disampaikan langsung kepada kepolisian.
“Harusnya menceritakan klarifikasi kepada pihak kepolisian atau masyarakat banyak,” ucapnya, Rabu (24/12/2024).
Ia juga mengingatkan proses penyelidikan membutuhkan waktu dan kerjasama masyarakat.
“Polisi bukanlah malaikat yang setiap kejadian langsung tahu. Ketika ada kejadian, polisi mencari solusi. Kalau belum bisa menangkap, kita dirikan posko,” tuturnya.
Sebelumnya, berdasarkan keterangan warga setempat, bentrokan pada Rabu sore (17/12/2025) diduga dipicu oleh keresahan masyarakat terhadap aktivitas peredaran narkoba di kawasan Pulo Kumba.
Aktivitas tersebut ditandai dengan keluar-masuk kendaraan ke lokasi yang sama secara berulang.
Warga juga menyebut adanya pendirian sejumlah gubuk atau barak oleh kelompok yang diduga geng narkoba sejak sekitar enam bulan terakhir.
Kondisi itu memicu kemarahan warga hingga berujung pada pembakaran satu gubuk, yang kemudian dibalas dengan penyerangan terhadap permukiman warga.
Akibat insiden tersebut, dua warga berinisial SP dan CP dilaporkan mengalami luka akibat senjata tajam dan benda tumpul. (*)
Penulis: Hendrik Nainggolan










Jadilah yang pertama berkomentar di sini