Sinata.id β Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat total korban meninggal akibat rangkaian banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah kini menembus 1.112 jiwa hingga Selasa (23/12/2025).
Data terbaru tersebut menunjukkan penambahan korban jiwa dibandingkan hari sebelumnya.
Kenaikan ini menegaskan bahwa dampak bencana masih terus berlangsung, seiring proses pencarian dan evakuasi yang belum sepenuhnya rampung di lapangan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa lonjakan korban berasal dari tiga provinsi terdampak.
Ia memastikan seluruh data terus diperbarui berdasarkan laporan resmi tim di daerah.
Baca Juga:Β Indonesia Dipercaya Jadi Presiden Dewan HAM PBB 2026
Di tengah duka yang belum reda, 176 orang dilaporkan masih belum ditemukan.
Tim SAR gabungan dari berbagai unsur masih menyisir lokasi-lokasi terdampak, berpacu dengan waktu dan kondisi medan yang sulit demi menemukan korban yang diduga tertimbun longsor atau terseret banjir.
Tak hanya korban jiwa, krisis kemanusiaan juga tercermin dari besarnya jumlah warga yang terpaksa meninggalkan rumah.
Hampir setengah juta penduduk, tepatnya 498.447 jiwa, masih bertahan di posko pengungsian, hidup dengan keterbatasan sambil menunggu situasi kembali aman.
BNPB menegaskan, dukungan logistik terus digelontorkan.
Bantuan pangan, kebutuhan dasar, hingga perlengkapan nonmakanan disalurkan secara berkelanjutan, baik untuk pengungsi yang menetap di posko maupun warga yang mengungsi ke rumah kerabat.
Baca Juga:Β Fitur Baru InterActive QRIS Diklaim Bikin Usaha UMKM Lebih Cepat Berkembang
Berdasarkan rekapitulasi per wilayah, Provinsi Aceh mencatat dampak paling besar, dengan 483 orang meninggal dunia, 32 korban masih dalam pencarian, serta lebih dari 473 ribu warga mengungsi.
Di Sumatera Utara, bencana merenggut nyawa 369 orang, sementara 72 lainnya belum ditemukan dan 13.355 warga masih bertahan di lokasi pengungsian.
Sementara itu, Sumatera Barat melaporkan 260 korban meninggal dunia, 72 orang dinyatakan hilang, dan 11.804 warga masih tinggal di posko darurat.
Pemerintah bersama seluruh unsur terkait terus mengintensifkan penanganan darurat, sembari mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana susulan di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih mengancam wilayah Sumatera. [a46]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini