Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Pematangsiantar

Hampir Semua Kecamatan di Siantar Masuk Kategori Rawan Cuaca Ekstrem

hampir seluruh kecamatan di kota pematangsiantar masuk kategori rawan bencana dari kondisi cuaca ekstrem. demikian dikatakan kepala badan penanggulangan bencana daerah (bpbd) kota pematangsiantar dedi harahap, kamis 18 desember 2025.
Kepala BPBD Pematangsiantar Dedi Harahap

Pematangsiantar, Sinata.id – Hampir semua kecamatan di Kota Pematangsiantar masuk kategori rawan akan cuaca ekstrem. Demikian dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pematangsiantar Dedi Harahap, Kamis 18 Desember 2025.

Ungkap Dedi, cuaca ekstrem menjadi ancaman paling merata. Perubahan pola hujan yang tak menentu, disertai intensitas hujan tinggi dan angin kencang, berpotensi mengganggu aktivitas warga, serta meningkatkan risiko bencana turunan.

Advertisement

“Hampir semua kecamatan di Siantar masuk dalam kategori rawan terhadap kondisi cuaca ekstrem ini,” ujarnya.

Sedangkan ancaman lain berupa banjir. Itu dampak dari sistem drainase yang belum optimal. Ditambah dengan tingginya curah hujan. Sehingga sejumlah wilayah rentan akan tergenang air. Wilayah rentan banjir, juga bisa terjadi di 8 (seluruh) kecamatan.

Baca Juga  Ketua IWO Pematangsiantar Tegaskan Jurnalis Pilar Demokrasi di Era Digital

Sedangkan potensi tanah longsor, wilayah Kecamatan Siantar Sitalasari menjadi perhatian khusus BPBD Kota Pematangsiantar.

Dengan topografi berbukit, dikombinasikan dengan curah hujan tinggi, membuat wilayah Siantar Sitalasari rawan akan pergerakan tanah.

Kerawanan bencana yang hampir merata tersebut, menunjukkan Kota Pematangsiantar membutuhkan langkah mitigasi yang lebih serius dan terintegrasi.

Upaya penataan lingkungan, penguatan sistem peringatan dini, serta peningkatan kesadaran masyarakat menjadi kunci untuk mengurangi risiko bencana di masa mendatang, sebutnya.

“Untuk bencana yang sering terjadi, yakni, cuaca ekstrem, banjir, dan juga tanah longsor,” kata Dedi, lalu menambahkan, bahwa langkah antisipatif yang kuat perlu dilakukan. (*)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini