Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Harga Emas Antam Pecah Rekor Akibat Ketegangan AS–China

harga emas antam kembali mencetak sejarah baru! logam mulia produksi pt aneka tambang tbk (antam) menembus rp2.305.000 per gram.
Ilustrasi. (Ist)

Sinata.id – Di tengah panasnya hubungan dua raksasa ekonomi dunia, Amerika Serikat dan China, emas kembali bersinar terang. Harga emas batangan Antam hari ini menembus Rp2.305.000 per gram, rekor baru yang menandai meningkatnya minat investor terhadap aset aman.

Harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mencetak sejarah baru. Senin (13/10/2025), harga jual emas Antam menembus angka fantastis Rp2.305.000 per gram, naik Rp6.000 dari posisi sebelumnya. Kenaikan ini tak hanya memperbarui rekor, tapi juga menandai tren penguatan berkelanjutan di tengah gejolak global.

Advertisement

Sementara itu, harga pembelian kembali (buyback) oleh Antam juga menyentuh titik tertinggi sepanjang masa di Rp2.154.000 per gram, melonjak Rp7.000 dibanding sehari sebelumnya. Dua rekor dalam satu hari, sebuah sinyal kuat bahwa emas tengah jadi primadona investor di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Baca Juga  Oki, Pembunuh Berantai dari Jakarta yang Bikin Bingung LAPD Los Angeles

Efek Domino dari Panasnya Hubungan AS–China

Kenaikan harga emas Antam tak bisa dilepaskan dari perkembangan geopolitik global. Sepanjang pekan lalu, harga emas dunia naik 3,26% secara point-to-point, memperpanjang reli delapan minggu berturut-turut. Lonjakan ini dipicu meningkatnya tensi antara Amerika Serikat dan China, dua raksasa ekonomi dunia yang kembali berhadap-hadapan dalam isu perdagangan.

Ketegangan terbaru muncul setelah Beijing mendesak Washington menunda ancaman tarif bea masuk baru dan kembali ke meja perundingan. Pemerintah China bahkan memperingatkan akan melakukan aksi balasan jika Presiden Donald Trump tetap melaksanakan kebijakan tarif tambahan 100% terhadap impor asal China mulai 1 November mendatang.

Baca Juga: IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas Pekan Ini

“Langkah mengancam dengan tarif tinggi bukan cara yang tepat untuk menjalin hubungan ekonomi dengan China. Jika AS tetap bersikeras, kami akan mengambil langkah untuk melindungi hak dan kepentingan nasional,” tegas pernyataan resmi Kementerian Perdagangan China, dikutip dari Bloomberg News, Senin (13/10/2025).

Baca Juga  Setelah Naik Tajam, Harga Emas Dunia Terancam Jatuh?

Emas, Pelarian Aman Saat Dunia Bergejolak

Di tengah ancaman perang dagang jilid baru, emas kembali membuktikan diri sebagai aset pelindung (safe haven asset) paling dicari. Ketika pasar keuangan dilanda ketidakpastian, pelaku investasi berbondong-bondong mengalihkan portofolionya ke logam mulia yang dianggap paling stabil menghadapi guncangan global.

“Ketika pasar sempat tenang, kini ketegangan baru muncul antara AS dan China. Volatilitas perdagangan global belum akan mereda. Justru situasi ini menjadi bahan bakar positif bagi kenaikan harga emas,” ujar Kyle Rodda, analis pasar dari Capital.com, seperti dilansir Bloomberg.

Investor Berburu Emas, Pasar Makin Panas

Tren pembelian emas kini terlihat di seluruh dunia. Para investor institusional hingga individu memilih meningkatkan kepemilikan logam mulia di tengah ancaman inflasi, pelemahan dolar, dan kebijakan perdagangan yang tak menentu. Dalam beberapa pekan terakhir, permintaan emas fisik melonjak di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Baca Juga  Tim Gabungan Bea Cukai-Pajak Segel Toko Perhiasan Mewah “Bening Luxury” di Jakarta Utara

Dengan situasi global yang belum menunjukkan tanda stabil, banyak analis memprediksi harga emas masih berpotensi naik. Bahkan, sebagian memproyeksikan harga bisa menembus level psikologis baru dalam waktu dekat jika ketegangan AS–China tak segera mereda. [zainal/a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini