Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 04 Juni 2026 |17:08 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K DMI • BLW • FOB TDUKU • FRC TBAYUR • FRC PLMBG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
MERANTI7 N4 (MERANTI7)
Vol: 0.5K · DMI
15025 (AGM) 15010 (IBP) 14921 (EUP) 15075 AGM ACC
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · BLW
15025 (ARM) 15010 (MM) 14951 (EOP) 15075 ARM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
14825 (AGM) 14785 (MM) 14736 (PRISCOLIN) 14875 AGM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FRC TBAYUR
14880 (WIRA) 14759 (WNI) 8000 (PRCW) 14945 WIRA ACC
N7 N4 (N7)
Vol: 0.5K · FRC PLMBG
14875 (AGM) 14860 (MM) 14771 (PRISCOLIN) 14925 AGM ACC
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi transaksi ACC dengan persaingan harga yang cukup ketat antar bidder. AGM memenangkan tender DMI, FOB TDUKU, dan FRC PLMBG, sementara ARM unggul di BLW dan WIRA memenangkan tender FRC TBAYUR. Tender LOCO LUWU belum terdapat bidder.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Pematangsiantar

Diprotes Warga, Suara Bising dari Penangkaran Walet di Pondok Sayur Tidak Lagi Terdengar

diprotes warga, suara bising dari penangkaran walet di pondok sayur tidak lagi terdengar
Warga saat mendatangi lokasi penangkaran sarang burung walet di Pondok Sayur

Pematangsiantar, Sianata.id – Sejumlah warga Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar datangi lokasi gedung penangkaran sarang burung walet milik Ahwat, Selasa, 16 September 2025.

Kedatangan warga bersama Ketua RT dan RW setempat, guna menyampaikan keberatan (protes) atas keberadaan sarang burung walet di Jalan Pesantren, Kelurahan Pondok Sayur, yang dinilai mengganggu kenyamanan warga di sekitarnya.

Advertisement

Kiki, Ketua Rukun Warga (RW) 02 mengatakan, keberadaan sarang walet tersebut cukup meresahkan warga. “Volume suara dari sarang walet itu sangat menggangu, mau pagi ataupun malam, selalu bising,” ucap Kiki.

Terhadap protes warga, Ahwat mengatakan, dirinya sudah berpesan kepada karyawannya untuk mengurangi volume rekaman suara burung walet.

Baca Juga  Pemko Pematangsiantar Dorong Daya Saing Pelajar Lewat Seminar Anti Narkoba

“Kemarin saya sudah kasih tahu, jangan kuat-kuat. Nanti saya kecilkan lah suaranya,” sebut Ahwat.

Menyikapi pernyataan Ahwat, Kiki meminta, volume suara yang keras dari rekaman (tape recorder), agar tidak lagi terulang. “Kami datang ke sini bukan ada kepentingan apapun. Kami meminta, ini adalah peringatan terakhir agar pengeras suara itu ditertibkan,” tandas Kiki.

Suasana sempat memanas, saat Ahwat mengungkit tentang pembagian beras yang ia lakukan, serta mengaku tidak pernah menikmati hasil dari penangkaran burung walet.

“Setiap bulan saya beli beras 100 sak. Saya bagikan ke warga miskin. Seperak pun tidak ada saya nikmati. Karena uang ini kan uang tuhan,” katanya.

Lalu, penuturan Ahwat juga membuat warga terkejut, soal pembagian beras. Ahwat menyebut, beras 100 sak yang ia salurkan bukan ke warga sekitar penangkaran. Melainkan ke warga Jalan Sutomo, Pematangsiantar.

Baca Juga  Polisi Tangani Tawuran Pelajar Sebabkan Korban Luka Bacok di Kepala

“Niat bapak itu baik, tapi salah penempatan. Bapak punya usaha di Pondok Sayur, tapi bagi-bagi berasnya bukan disini,” ucap Kiki, lalu meminta, agar volume suara tidak lagi dihidupkan.

Pantauan Sinata.id, Kamis pagi (18/9/2025), tidak lagi terdengar suara bising dari rekaman suara burung walet pada gedung penangkaran tersebut. (SN14)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini