MENU
6 Bulan Terakhir, 61 Peristiwa Bencana di Siantar, Angin Kencang Mendo...
WA FB
Pematangsiantar

6 Bulan Terakhir, 61 Peristiwa Bencana di Siantar, Angin Kencang Mendominasi

G Editor : Gunawan Purba | 11 Jun 2026 | 18:58 WIB
6 Bulan Terakhir, 61 Peristiwa Bencana di Siantar, Angin Kencang Mendominasi
Pohon tumbang dampak angin kencang di Siantar beberapa waktu lalu

Pematangsiantar, Sinata.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pematangsiantar mencatat sebanyak 61 peristiwa bencana yang terjadi selama 6 bulan terakhir, atau periode Januari hingga Juni 2026.

Dari seluruh rangkaian kejadian tersebut, angin kencang disertai hujan deras menyebabkan pohon tumbang merupakan bencana yang paling sering terjadi.

Berdasarkan data BPBD, pada Triwulan I (Januari–Maret) tercatat 23 kejadian yang meliputi 11 kebakaran, 6 pohon tumbang, 3 tanah longsor, 1 puting beliung, dan 2 kegiatan evakuasi.

Sementara itu, pada Triwulan II (April–Juni), jumlah kejadian meningkat menjadi 38 kasus. Rinciannya terdiri dari 18 pohon tumbang, 7 kebakaran, 5 tanah longsor, 3 banjir, 2 puting beliung, serta 3 kegiatan evakuasi.

Secara keseluruhan, BPBD mencatat 24 kejadian pohon tumbang, 18 kebakaran, 8 tanah longsor, 5 kegiatan evakuasi, 3 banjir, dan 3 puting beliung selama semester pertama tahun 2026. Tidak terdapat operasi pencarian dan pertolongan (SAR) yang dilakukan pada periode tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Pematangsiantar, Dedi Idris Harahap, mengatakan, pohon tumbang dan kebakaran masih menjadi kejadian yang paling sering ditangani oleh petugas di lapangan.

Menurutnya, kondisi cuaca yang berubah-ubah, disertai hujan dan angin kencang, menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian pohon tumbang.

“Pohon tumbang masih menjadi kejadian yang paling banyak kami tangani selama enam bulan pertama tahun ini. Karena itu kami terus meningkatkan kesiapsiagaan personel dan peralatan untuk memberikan respons cepat kepada masyarakat ketika terjadi bencana,” ujar Dedi Idris Harahap, Kamis (11/6/2026).

BPBD juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat cuaca ekstrem, terutama dengan menghindari berteduh di bawah pohon besar ketika hujan deras dan angin kencang.

Selain itu, warga diminta segera melaporkan kepada pemerintah daerah atau BPBD apabila menemukan pohon yang miring, lapuk, atau berpotensi tumbang sehingga dapat dilakukan penanganan lebih dini.

BPBD Kota Pematangsiantar menyatakan akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait dalam upaya mitigasi dan pencegahan bencana guna mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian material di tengah masyarakat. (SN10)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.